Bandel Bayar Pajak, Aset Hotel Di Senggigi Disita

Foto untuk : Bandel Bayar Pajak, Aset Hotel Di Senggigi Disita
Share

Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Lombok Barat bersama tim jurusita akhirnya mengambil langkah tegas terhadap pengelola Hotel BS di wilayah Senggigi Kecamatan Batulayar dengan melakukan penyitaan. Langkah ini diambil setelah semua tahapan-tahapan penagihan dan pendekatan persuasif yang dilakukan menemui jalan buntu. Pihak Manajemen BS tidak juga menyelesaikan kewajiban perpajakannya, meskipun BAPENDA telah menyampaikan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) bahkan sampai dengan Surat Teguran. Untuk itu berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bahwa wajib pajak yang secara nyata-nyata tidak mau memenuhi kewajiban pajak yang tidak atau kurang dibayar pada waktunya dapat ditagih dengan Surat Paksa.

Setelah dalam jangka waktu 2 x 24 jam sejak surat paksa diterima, utang pajak belum juga dilunasi, Kepala BAPENDA, Ir.Hj.Lale Prayatni  selanjutnya menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP) dan memimpin langsung Tim Jurusita untuk menyita aset yang dimiliki Hotel BS. Total aset yang disita senilai Rp.123.153.415,00 yang merupakan akumulasi atas utang Pajak Hotel dan Pajak Restoran yang terdiri dari pokok pajak dan sanksi administrasi sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Jika sampai dengan 14 (empat belas) hari sejak penyitaan, utang pajak tersebut belum juga dilunasi, maka pihak BAPENDA akan melimpahkan semua aset Hotel BS yang disita kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram untuk dilelang.

Sambutan